KOTA BLITAR AKAN TUTUP SEMUA TEMPAT HIBURAN & WISATA 14 HARI

Keterangan Gambar : Area pelataran parkir pengunjung Makam Bung Karno di kawasan PIPP Jl. Dr. Moh. Hatta Kota Blitar telah ditutup tiga hari. Penutupan akan ditambah hingga 15 Juli 2021 untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Blitar.* (foto: mahardhika for IP)


  • Jam Buka Café, Restoran, Mall Juga Dibatasi Hingga Jam 5 Sore Saja
Editor: Rita Zoelkarnaen
Kontributor: LPPL Radio Mahardhika FM Kota Blitar Jatim
 

indonesiapersada.id – Blitar Kota: Selama 14 hari pada 2 – 15 Juli 2021, Pemerintah Kota Blitar akan menutup sementara semua tempat hiburan dan wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Jam buka café dan restoran juga akan dibatasi hingga pukul 17.00 WIB untuk makan di tempat dan hingga pukul 19.00 WIB untuk take away.

Kebijakan tersebut akan diambil karena kasus positif Covid-19 di Kota Blitar dalam tiga minggu terakhir melonjak drastis, tercatat lebih dari 70 kasus baru setiap minggu. Angka ini meningkat lebih dari 300% jika dibandingkan dengan minggu – minggu sebelumnya yang hanya sekitar 20 – an kasus baru. Sedangkan kondisi tempat tidur pasien khusus Covid-19 rumah sakit rujukan di RSUD Mardi Waluyo, terisi atau Bed Occupancy Rate (BOR) – nya hingga 95%.

Kondisi tersebut membuat Kota Blitar masuk kategori zona oranye untuk tingkat penyebaran dan penilaian assessment pada angka 4 atau warna merah. Artinya, jika kasus positif terus bertambah maka pasien akan kesulitan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Untuk mengendalikan dan menurunkan nilai assesment pada angka 3 atau 2, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Penebalan PPKM Mikro.

Mengutip laporan Rita Zoelkarnaen dari LPPL Radio Mahardhika FM, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo menjelaskan, langkah tersebut terpaksa diambil agar penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan dan jumlah warga yang terpapar menurun. Penjelasan itu disampaikan  dalam Rakor Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (30/6/2021) di Ruang Sasana Praja Pemkot Blitar, bersama Kapolres Blitar Kota, Dandim 0808 dan jajaran terkait di lingkungan Pemkot Blitar.

“Semua kegiatan seni budaya juga dihentikan sementara. Juga aktifitas di tempat – tempat Warkop maupun Angkringan dibatasi jam bukanya. Dan kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara daring,” terang Hakim seraya menambahkan bahwa untuk kepastian aturannya akan dituangkan dalam SE Wali Kota Blitar yang akan segera dikeluarkan.

Juga hadir para pengelola café, restoran, tempat hiburan dan wisata, serta mall/ pertokoan se – Kota Blitar. Menyikapi rencana penutupan sementara tempat hiburan/ wisata dan pembatasan jam buka café/ restoran, mereka menawar agar bukan jam buka yang dibatasi. Melainkan pengetatan pengawasan protokol kesehatan. Mereka juga mempertanyakan bagaimana dengan café/ restoran yang jam bukanya mulai sore hari.

“Jika jam buka dibatasi hingga jam 5 sore, bagaimana dengan yang bukanya mulai sore hingga malam? Apakah berarti harus tutup? Kalo usulan kami, sebaiknya penerapan dan pengawasan protokol kesehatannya yang diperketat,” ungkap perwakilan RM Joglo Jatimalang Kota Blitar, Irfan Ansori.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengungkapkan, selama ini upaya penanganan dan pengendalian Covid-19 tetap mengedepankan masalah ekonomi. Namun lonjakan kasus pasca Lebaran, memaksa Pemerintah mengambil langkah berbeda agar penyebaran bisa dikendalikan dan jumlah kasus bisa turun. Agar penyebaran bisa terkendali dan angka positif bisa menurun, kata AKBP Yudhi Heri, mutlak membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Ada dua hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Pertama, disiplin melakukan 5M dengan menjadikan 5M sebagai gaya hidup. Kedua, bagi pelaku usaha, disiplin protokol kesehatan. Misalnya, jika jumlah pengunjung sudah 25% dari kapasitas, tidak lagi menerima pembeli. Juga, ada petugas yang selalu mengingatkan pengunjung untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak,” urai AKBP Yudhi Hery.* (mahardhika for IP)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.